Al Qur'an

Al Qur'an adalah kitab suci agama Islam. Umat Islam percaya bahwa Al-Qur'an merupakan puncak dan penutup wahyu Allah yang diperuntukkan bagi manusia, dan bagian dari rukun iman, yang disampaikan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, melalui perantaraan Malaikat Jibril.

Al Qur'an

Barangsiapa membaca Al Quran dan beramal dengan apa yang terkandung di dalamnya, (maka) kedua ibu bapanya akan dipakaikan mahkota pada Hari Pengadilan yang sinarannya lebih terang daripada cahaya matahari.

Shalat

Shalat bermakna serangkaian kegiatan ibadah khusus atau tertentu yang dimulai dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam.

Masjid

Masjid adalah rumah tempat ibadah umat Muslim.Selain tempat ibadah masjid juga merupakan pusat kehidupan komunitas muslim.

Idul Fitri

Idul Fitri adalah hari raya umat Islam yang jatuh pada tanggal 1 Syawal pada penanggalan Hijriyah.

Idul Adha

Idul Adha adalah sebuah hari raya Islam. Pada hari ini diperingati peristiwa kurban, yaitu ketika nabi Ibrahim (Abraham), yang bersedia untuk mengorbankan putranya Ismail untuk Allah, akan mengorbankan putranya Ismail, kemudian digantikan oleh-Nya dengan domba.

Selasa, 07 Februari 2012

Adab Dalam Suatu Majlis





Apabila kamu diundang di majlis kaum sedangkan kamu lebih kecil umurnya. Kamu tidak boleh duduk kecuali sudah mendapat idzin dari kaum. Dan apabila kamu duduk tidak boleh berdesakan dengan orang lain dan tidak boleh menduduki tempat duduk orang lain dan jangan sampai duduk di tempat yang lebih terhormat untuk orang-orang tua.
Apabila kamu sedang duduk di suatu tempat kemudian datanglah yang lebih utama untuk duduk, maka tinggalkanlah tempat duduk itu sebelum kamu diperintah untuk meninggalkannnya. Maka akan kelihatan kemuliaanmu di mata orang-orang itu.
Apabila kamu duduk ditengah-tengah kaum jangan ikut nimbrung bicara kecuali kamu bila diajak bicara dan apabila kamu bicara agar dengan pembicaraan yang benar dan berbicara tidak usah panjang-panjang, bicaralah yang penting-penting saja sebab kalau banyak bicara dikhawatikan tergelincir lisanmu.
Hindarilah tertawa terbahak-bahak di dalam majlis karna hal itu termasuk budi pekertinya orang yang rendah dan sedikitkanlah bergurau karena kebanyakan bergurau itu menghilangkan penghormatan orang terhadap kamu.

Karya: Yusuf Maulana
Sumber : Buku-buku Akhlaq, Penjelasan dari Guru Madrasah.

Pacaran Dalam Pandangan Islam


            Pacaran , sebuah kata yang sangat menarik dan hangat untuk didiskusikan. Pro-kontra  mengenai pacran sudah terjadi dari zaman dahulu sampai sekarang. Pertanyaan- pertanyaanpun  bermunculan : Boleh tidak sih , pacaran itu ? Bagaimana sih, berpacaran secara islami ?  Nah, sebelum kita mengetahui jawabanya marilah kita lihat definisi tentang pacaran
Apa itu pacaran ? definisi tentang pacaran bermacam-macam dan berbeda-beda. Ada yang mengatakan bahwa pacaran adalah jalan bareng bersama orang yang kita sayangi, pendapat lain mengatakan berdua-duaan dengan orang yang kita cintai, sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berpacaran adalah bercintaan atau berkasih-kasihan dengan pacar, dan pacar artinya adalah kekasih atau teman lawan jenis yang mempunyai hubungan berdasarkan cinta-kasih. Dari pendapat-pendapat di atas saya sebagai penulis menyimpulkan pacaran itu adalah proses saling mengenal dan keinginan untuk saling berbagi baik suka maupun duka antara lawan jenis atas dasar cinta.
Apa saja tujuan dari pacaran ? Untuk kalangan dewasa tujuan pacaran adalah untuk mencari kecocokan dan saling menguatkan kasih sayang sampai berlanjut ke jenjang pernikahan. Sedangkan di kalangan remaja tujuan pacaran hanya untuk gaya-gayaan dan suka-sukaan. ada juga yang berpacaran karena hanya ingin mempunyai teman curhat. dan parahnya ada juga yang berpacaran  hanya untuk melampiaskan nafsunya saja sehingga banyak terjadi pelecehan seksual dan kehamilan di luar niakah... Nauzdubillahimindzalik.
Bagaiman pandangan Islam mengenai pacaran ? Di dalam Islam tidak ada dalil baik hadist maupun ayat Al-Qur’an yang mengatakan pacaran itu tidak diperbolehkan tetapi juga tidak ada dalil yang mengatakan pacaran itu dianjurkan. Para ulama juga ada yang mengatakan diperbolehkan ada juga yang melarang. Mereka yang memperbolehkan berpendapat bagaimana mana mungkin suatu pernikahan tanpa didasari proses saling mengenal dan mencinta. Ada juga pendapat yang didasarkan hadist yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas Ra, ia berkata : Nabi SAW mengirim satu pasukan, lalu mereka memperoleh rampasan perang yang diantaranya terdapat seorang tawanan laki-laki. (sewaktu ditanya) ia menjawab”aku bukanlah dari golongan mereka (yang memusuhi nabi). Aku hanya jatuh cinta kepada seorang perempuan, lalu aku mengikutinya. Maka biarlah aku memandang dia (dan bertemu denganya), kemudian lakukanlah kepadaku apa yang kalian inginkan”. Lalu ia dipertemukan dengan wanita (Hubaisyi) yang tinggi berkulit coklat, lalu ia bersyair kepadanya,” wahai dara Hubaisyi, terimalah aku selagi hayat masih dikandung badan! Sudilah engkau kuikuti dan kutemui di suatu rumah mungil atau di lembah sempit antara dua gunung! Tidak benarkah orang yang dilanda asmara berjalan-jalan di kala senja, malam buta, dan siang bolong ?” Lalu perempuan itu menjawab : “baiklah ku tebus dirimu”. Namun mereka(para sahabat itu) membawa pria itu dan menebas lehernya kemudian datanglah wanita itu, lalu ia jatuh diatasnya dan menarik nafas sekali dua kali, setelah itu ia juga meninggal. Setelah mereka bertemu Rasulullah SAW mereka memberitahukan kejadian tersebut, Beliau justru berkata : “Tidak adakah di antara kalian orang yang penyayang”.(HR. Tabrani dalam Majma’ az-Zawaid, 6 : 209). Sedangkan yang melarang didasari Qs. Al-Isra, 17 : 32  : “Dan janganlah kamu mendekati zina;sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk”. Keduanya mempunyai dasar yang kuat tetapi kedua dalil tersebut tidak berkenaan langsung dengan pacaran.
Dengan demikian pacaran bukanlah hal yang dianjurkan ataupun diharamkan melainkan perilaku yang dikategorikan sebagai hukum Mubah bi Syarth (boleh namun bersyarat), yaitu pacaran hanya sebatas komunikasi, serta saling memberikan motivasi-motivasi positif, selalu mengingatkan dalam kebaikan dan memiliki komitmen menjauhkan diri dari perbuatan zina.

Karya   : Ekky Amiral Faqi
Refrensi : Al Qur’an, Hadist, wawancara kepada teman, buku-buku pacaran secara islami.

Tokoh Teladan


Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatu

Ihwan dan Ahwat, Tahukah kalian siapa presiden paling sederhana di dunia ? gak tahu kan ? jawabanya adalah Mahmoud Ahmadinejad Presiden Republik Islam Iran. Mengapa kami memilih beliau sebagai tokoh teladan ? Karena sebagai pemimpin Ahmadinejad selalu meneladani sifat-sifat Rasulullah, yaitu hidup dengan sederhana, serta tetap memperhatikan dan senantiasa membantu kaum fakir dan miskin. Beberapa kesederhanaan dan kedermawanan Ahmadinejad diantaranya :
1.      Beliau bersahabat dengan semua kalangan, di saat lengang Ahmadinejad selalu menyempatkan waktu untuk menyapa dan bercengkrama dengan petugas kebersihan di sekitar rumah dan kantor kepresidenan.
2.      Beliau menyumbangkan semua karpet karpet mewah di istana kepresidenanya ke masjid masjid yang membutuhkan, dan menggantinya dengan karpet-karpet sederhana yang mudah dibersihkan.
3.      Ketika melihat ruang tamu VIP yang dipenuhi kursi-kursi mewah, ia memerintahkan petugas protokoler untuk memberikan kursi-kursi tersebut kepada mereka yang membutuhkan lalu menggantinya dengan 2 kursi kayu, meski sederhana tetapi tetap impresif.
4.      Di bawah kepemimpinanya ia sering mengingatkan kepada para mentri dan pejabat-pejabat agar tetap hidup sederhana dan selalu melihat ke bawah.
5.      Kekayaan beliau hanyalah mobil pegot 504 tahun 1977, Serta rumah sederhana peninggalan ayahnya 40 tahun lalu, Ahmadinejad tidak pernah mengambil gaji presidenya, beliau hanya mengambil gaji dari usahanya mengajar di sebuah univertitas. Alasanya adalah bahwa semua kesejahteraan adalah milik negara dan ia hanya bertugas untuk menjaganya.
6.      Setiap hari beliau makan siang dengan membawa bekal yang dibuatkan istrinya. Menunya sangatlah sederhana yaitu berupa roti isi atau roti keju, alasanya ia ingin merasakan apa yang dirasakan oleh rakyatnya.
7.      Setiap menginap di hotel ia meminta supaya dipesankan kamar yang tidak mewah, bahkan ia lebih suka tidur di lantai beralaskan karpet, beliau beranggapan jika memesan kamar mewah hanya akan memboroskan uang negara.

Subhanallah ! pada zaman sekarang ternyata masih ada seorang pemimpin selalu meneladani sifat Rasulullah S.A.W. Dengan statusnya sebagai presiden Ahmadinejad tetap hidup sederhana, dermawan, dan rendah hati. Andai saja Indonesia mempunyai  sesosok pemimpin seperti Ahmadinejad, tentu Indonesia akan menjadi negara yang maju, makmur dan sejahtera. Semoga Kisah teladan ini dapat menjadi sumber inspirasi dan panutan bagi kita Amin....

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatu


Karya   : Ekky Amiral Faqi
Refrensi : On the spot trans7

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More